Kolaborasi Mahasiswa: HMP PGSD UMS dan HMPS PGMI UIN Raden Mas Said Berbagi Kebahagiaan di Desa Donohudan

Sabtu, 14 Maret 2026, menjadi sebuah perjalanan yang begitu membekas bagi teman-teman Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tahun ini, program “PGSD Berbagi” terasa jauh lebih spesial karena dirajut melalui kolaborasi tulus bersama HMPS PGMI UIN Raden Mas Said Surakarta. Bertempat di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, kegiatan yang mengusung tema “PGSD X PGMI Berbagi: Menebarkan Aksi melalui Kegiatan Kepedulian” ini bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan sebuah cara para mahasiswa untuk belajar memanusiakan manusia dan menyatu dengan detak jantung masyarakat.

 

Titik fokus kegiatan tahun ini diarahkan pada dua aksi utama yang menyasar langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih. Agenda diawali dengan penyaluran paket sembako kepada warga kurang mampu di pelosok Desa Donohudan. Para mahasiswa mendatangi rumah warga satu per satu, berbincang santai untuk mendengar kisah hidup mereka, dan menyerahkan bantuan dengan penuh rasa hormat. Langkah door-to-door ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap paket sembako yang tersalurkan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat yang selama ini mungkin hanya mereka baca lewat teori di bangku perkuliahan.

Menjelang waktu berbuka, suasana di sepanjang jalan Desa Donohudan terasa begitu hangat. Teman-teman mahasiswa dari HMP PGSD dan HMPS PGMI membagikan paket takjil secara khusus kepada masyarakat setempat yang sedang melintas. Ada rasa haru yang mendalam saat melihat senyum malu-malu dan binar bahagia dari masyarakat tersebut ketika menerima paket berbuka. Meskipun dilakukan di pinggir jalan, momen ini terasa sangat berarti.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan rasa syukur . Kolaborasi antara HMP PGSD UMS dan HMPS PGMI UIN Raden Mas Said membuktikan bahwa perbedaan identitas kampus akan lebur saat bicara tentang kemanusiaan. Harapannya, paket sembako dan takjil yang dibagikan dapat membawa sedikit senyum dan keberkahan bagi masyarakat Donohudan. Bagi para mahasiswa, hari itu mereka pulang membawa pelajaran paling berharga: bahwa menjadi seorang pendidik sejati berarti harus memiliki hati yang cukup luas untuk merangkul dan tangan yang cukup ringan untuk menolong mereka yang sedang kesulitan.